lambang kota Salatiga

Makna lambang menurut Perda terbagi menjadi 2 macam, yaitu :

1. Makna warna dalam lambang daerah :

Putih : berarti kejujuran/kesucian
Kuning Emas
: berarti keluhuran/keagungan/kemuliaan/kejayaan
Hijau
: berarti kemakmuran
Biru
: berarti kedamaian
Hitam
: berarti keabadian/keteguhan
Merah
: berarti keberanian

2. Makna bentuk dan motif dalam lambang daerah :

Bentuk perisai : melambangkan pertahanan dan ketahanan Wilayah/Daerah.
Bintang bersudut 5 berwarna kuning emas yang disebut "Nur Cahya"
: melambangkan bahwa rakyat Salatiga adalah insan yang percaya dan taqwa kepada Than Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
Lukisan sadak kinang
: melambangkan Kesuburan Daerah Salatiga dan Sumber Kekuatan.
Lukisan dua gunung yang berimpit menjadi satu
: melambangkan bersatunya rakyat dengan Pemerintah Derah, disamping melambangkan Kota Salatiga berada di daerah pegunungan yang berhawa sejuk.
Lukisan padi dan kapas
: melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Salatiga, sedangkan jumlah biji padi dua puluh empat buah dan daun kelopak bunganya berjumlah tujuh melambangkan tanggal dan bulan hari jadi Kota Salatiga.
Lukisan patung Ganesha
: melambangkan peranan dan fungsi Salatiga sebagai Kota Pendidikan.
Susunan batu bata
: melambangkan status Salatiga sebagai Kota/Kotamadya, dan empat lekukan serta lima kubu perlindungan melambangkan tahun 1945 diproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia.
Pita dengan tulisan "SRIR ASTU SWASTI PRAJABHYAH"
: mempunyai makna "Semoga Bahagia Selamatlah Rakyat Sekalian".
Di atas, Lambang bertulisakan "SALATIGA"
: menyatakan bahwa lambang ini adalah Lambang milik Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Salatiga.
Lukisan dasar tanpa batas berwarna biru laut
: melambangkan kesetiaan.