Garasi Bis ESTO


 

ESTO singkatan dari Eerste Salatigasche Transport Onderneming, bahasa Belandanya untuk perusahaan transportasi pertama Salatiga. Kwa Tjwan Ing perintis pertama. Awal tahun 1920an pengusaha Tionghoa ini membeli beberapa mobil kecil yang dioperasikan sebagai sarana transportasi. Baru setelah 1923 diberi nama ESTO. Itulah cikal-bakal sejarah ESTO. Demikian Tekun Dhiarpraja, warga Salatiga, 44 tahun, penggemar sejarah bis ESTO. Dari kayu ”Sebetulnya bukan bis juga. Istilah bis itu jangan bayangkan bis itu seperti bis sekarang. Itu dulu dari kayu.” Awalnya ESTO hanya melayani rute Salatiga-Tuntang, kemudian juga Beringin. Rute itu dipilih karena di dua tempat itu ada stasiun kereta api. Generasi pertama bis ESTO hanya mampu membawa sekitar 18 hingga 20 penumpang. Tempat duduknya dibagi dua. Ongkos berbeda ”Bagian tempat duduk di depan diberi jok bagus, khusus untuk orang Belanda. Sementara tempat duduk di bagian belakang menghadap ke belakang dan dibuat dari rotan, diperuntukkan bagi orang-orang pribumi. Ongkosnya pun berbeda.” Yang dimaksud dengan penumpang pribumi adalah kaum priyayi. Priyayi ”Jadi orang-orang yang punyalah yang bisa naik bis, meskipun dia posisinya tetap di belakang. Kalau rakyat biasa agak sulit untuk bisa naik bis tersebut pada jaman itu.” Tahun 1930 Kwa Tjwan Ing mewariskan perusahaan ESTO ini kepada putranya, Kwa Hong Po, yang nama Indonesianya Winata Budi Dharma. Di masa ini ESTO makin jaya. Jarak tempuhnya tidak lagi hanya Salatiga-Beringin-Tuntang tetapi sudah sampai ke Semarang, Solo dan Magelang. Tapi akibat krisis ekonomi global tahun 1932 ESTO pun mengalami kesulitan. Sampai sekarang ESTO masih beroperasi, tapi hanya melayani rute Salatiga-Ambarawa saja dan hanya pada jam-jam tertentu

ESTO garage

1. Ingang van de garage van de ESTO-bussen aan de Jl. Langensuko.

"Eerste Salatigasche transport onderneming - Perusahan Transport Pertama di Salatiga

ESTO garage

2.

ESTO garage

3.

ESTO bus - bis Esto

4. Esto Bus (2010) Vervoer van Salatiga - Ambarawa v.v.

Link: Artikel RNW tentang ESTO (bahasa Indonesia)